Wednesday, September 14, 2016



Bahasa Adalah Anugerah Yang Sangat Berharga

Kita sebagai manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Diciptakan ada perempuan dan laki-laki. Dan diciptakan pula agar saling mengenal satu sama lain. Sebagimana yang terdapat dalam Quran surat Al Hujurat ayat 13
يأيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلنكم شعوبا و قبائل لتعارفوا
Yang artinya: hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sebelumnya akan dibahas sedikit kenapa ada dua kata fiil yaitu خلق dan جعل. Kalau kita cermati lafadz خلق diikutinya dengan perempuan dan laki-laki, sedangkan جعل diikutinya dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Ini bisa diartikan kalau laki-laki dan perempuan itu mutlak qodo atau ketetapan dari Allah sedangkan berbangsa dan bersuku tidak sepenuhnya ditetapkan oleh Allah dengan kata lain kita masih diberi qudroh untuk memilih dan melakukan kebijakan sendiri.
Kita diciptakan juga berpasang-pasangan, dahulu kaket buyut kita, Nabi Adam AS. merasa sendiri di surga, kemudian Allah menciptakan sayyidatuna Siti Hawa sebagai pasangannya di Surga agar dia tidak kesepian. Dalil Quran yang menjelaskan tentang manusia diciptakan berpasang-pasangan adalah Quran surat An Nisa’ ayat 1
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس وحدة وخلق منها زوجها
Yang artinya; wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Tuhan kalian yang telah menjadikan kamu satu diri kemudian Ia jadikan dari padanya pasangannya.
Kemudian manusia juga diciptakan sebagai manusia sosial, artinya butuh pertolongan orang lain dan adakalanya juga harus memberi pertolongan ke orang lain. Sebagaimana dalam Quran surat At Taubah ayat 71
والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض
Dan orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian lain.
Kalau dilihat dari keterangan di atas, kita sebagai manusia butuh akan adanya komunikasi satu sama lain. Kita tidak bisa saling mengenal kalau tidak adanya komunikasi, kita tidak bisa mendapatkan jodoh kalau tidak adanya komunikasi, kita juga tidak dapat saling tolong menolong tanpa adanya komunikasi pula. Oleh karenanya komunikasi berperan sangat penting dalam hidup kita. Kemudian dengan apa kita berkomunikasi? Jawabannya adalah dengan bahasa. Ya, dengan bahasa kita jadi paham apa yang dimaksud dan apa yang diinginkan seseorang kepada kita.
Kemudian, apasih bahasa itu? Menurut Plato bahasa adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantara onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut. Jadi bisa disimpulkan bahasa adalah sisteem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi yang dipakai sebagai alat komunikasi.
Bahasa adalah sesuatu yang telah di sepakati susunannya. Susunan ini disepakati dengan kebiasaan atau dengan suatu kaidah tertentu. Dan susunan masing-masing bahasa ini berbeda antara satu sama lain. Sebagai contoh bahasa Indonesia dan bahasa Arab, bahasa Indonesia mempunyai kaidah mendahulukan subjek atau pekerja sedangkan dalam bahasa arab mempunyai kaidah mendahulukan fiil atau kata kerja.
Setiap negara memiliki bahasa masing-masing, bahkan sampai setiap daerah dan suku pun memiliki bahasanya masing-masing. Orang jawa ketika diajak bicara orang sunda pasti tidak akan paham karena bahasa mereka berbeda.
Untuk bisa menguasai bahasa asing ada diantaranya dua cara, yang pertama mempelajari kaidah-kaidah dan susunan bahasa tersebut, dan yang kedua kita langsung praktek atau langsung terjun ke lingkungan dan belajar otodidak dengan kebiasaan mendengar serta mengamati karakteristik bahasa asing tadi.
Bahasa sudah ada sejak zaman nabi Adam AS. sebagaimana dalam Quran Surat Al Baqoroh ayat 31 yang disitu menjelaskan bahwa Allah mengajarkan Adam nama-nama (suatu benda) keseluruhannya. Ada tafsir menjelaskan bahwa disitu oleh langsung mengajari Adam nama-nama suatu benda, seperti angin, batu, pohon, hewan dan lain-lainnya. Dan di kelanjutan ayat tersebut Allah menantang malaikat untuk menyebutkan nama-nama seperti yang telah diajarkan Allah kepada nabi Adam tadi. Disini bisa diambil kesimpulan dengan nama-nama yang diajarkan Alla tadi kepada Adam atau dengan kata lain bahasa, manusia lebih Allah muliakan dari Malaikat.
Subhanallah bukan, begitu mulianya bahasa sehingga dapat meninggikan derajat manusia atas malaikat. J dan disini juga penulis merasa bangga karena dapat belajar ilmu bahasa, yang bahasa tadi adalah satu hal yang menjadikan manusia lebih mulia atas Malaikat.


Tuesday, August 30, 2016



Hara-huru di Kampus Biru Tercintaku
Dewasa ini ada berita hangat tentang kampusku tercinta, UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA di Ciputat. Yaitu adanya slogan “selamat datang di kampus biru pembaharu”. Sekilas slogan ini terlihat biasa-biasa saja. Akan tetapi karena berada di lingkungan kampus ku yang luar biasa, alhasil slogan ini pun menimbulkan banyak kecaman yang luar biasa. Kenapa begitu? Jawabannya adalah karena masih adanya politik yang sangat kental di kampusku ini.
Di kampus ku politik memang masih sangat kental, bahkan sampai dosen-dosennya pun masih terpengaruh dengan politik kampus. Hal ini saya ketahui setelah ngobrol dan sharing terhadap senior.
Ada dua kubu atau dua partai yang mendominasi di kampusku ini, PMII dan HMI. Keduanya adalah sama-sama organisasi besar. PMII mayoritas orang NU dan HMI yang di dalamnya bermacam-macam. Al hasil munculah persaingan politik yang sangat ketat di antara kedua kubu ini. Seperti yang diketahui, lambang PMII adalah warna biru-kuning, dan HMI hijau-hitam.
Kedua kubu ini dengan seiringnya waktu persaingan politiknya semakin ketat, apalagi jikalau menjelang pesta demokrasi kampus, PEMIRA. Yang akan menentukan siapa DEMA-U, DEMA-F, HMJ, SEMA-U, dan SEMA-F. Disitu mulailah strategi politik segala macem mulai beraksi. Uhhh bener-bener suasananya udah kaya pemilu beneran. Benar saja kalau sampai ada yang bilang kalau UIN miniotar politik di Indonesia. Kenapa saya bilang begitu, karena saya sendiri pernah terlibat di dalamnya dan merasakannya langsung. Mulai dari mendata, mengumpulkan berkas, mencari masa, maping dan lain sebagainya. Rasanya udah kaya di pemilu beneran.
Melihat dari sejarahnya kampusku ini memang dari dulu yang memegang atau menguasainya adalah HMI, dan itu udah terkenal banget dari dulu. Hingga saatnya tiba, PEMIRA tahun lalu dimenangkan oleh pasangan sahabat Darda dan sahabati Ofa dan menjabat sebagai DEMA-U dan wakil, yang tidak lain dari PMII. Melihat kemenangan ini secara otomatis orang-orang PMII menyambutnya dan merayakannya dengan sangat gembira. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama selalu kalah dari HMI sekarang bisa mendapatkan kemenangan di PEMIRA.
Kembali ke slogan “selamat datang di kampus biru pembaharu”. Orang-orang HMI mengkritik habis slogan ini, sampai ada yang bilang kalau slogan ini wujud upaya untuk merubah motto kampus UIN yang sudah sangat fenomenal yaitu knowledge, piety, integrity. Wajar lah kalau orang HMI mengkritik slogan ini, mungkin mereka beranggapan kata-kata kampus biru terlalu rasis. Berita ini saya dapati dari salah satu unggahan dari account instagram @uinjktofficial. Tetapi kalau kata orang PMII, mereka membuat pembelaan kalau slogan ini ya hanya sekedar slogan, tidak berniat untuk merubah motto UIN tadi. Kenapa menggunakan kata-kata kampus biru? Karena kami melihat dari logo UIN sendiri yag berwarna biru.
Saya mendengar juga disaat OPAK sempat terjadi insiden, entah apa yang sebenarnya terjadi saya kurang mengetahuinya secara pasti karena posisi saya juga tidak berada di sana secara langsung. Kerusuhan itu adanya insiden penutupan kantor DEMA-U yang berada di SC. Rumornya ada yang membakar sampah sembarangan di sekitar kantor DEMA-U, karena posisinya di depan kantor DEMA-U maka yang dianggap melakukannya adalah orang-orang DEMA yang berakibat ditutupnya kantor DEMA oleh petugas kampus.
Yaaaa begitulah suasana politik di kampusku, ada senengnya ada nggaknya, tapi pribadi saya sendiri beranggapan kalau pengalaman politik itu penting juga untuk kita, untuk bekal kita esok ketika terjun di dalam masyarakat. Kalau nantinya tidak ingin jadi politisi ya setidaknya tidak bisa di bodohi lagi oleh politik-politik kotor, karena dari awal kita sudah mempunyai sedikit pengalaman berpolitik.
Berpolitik itu asik kok,,, asal jangan sampai gila jabatan aja gara-gara ikut terjun di politik yyy,,, kembali ke niat masing-masing.
Kurang lebihnya penulis mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung, karena disini saya tidak ada sedikitpun untuk menyinggung siapapun. Niat saya Cuma untuk sharing dan belajar nulis, itu aja hehee

Wednesday, August 17, 2016




Akhir-akhir ini banyak bermunculan aliran-aliran ekstrim dalam islam seperti radikal, sekuler dan liberal. Liberal yang artinya kebebasan, yaitu menjunjung tinggi dan mengutamakan pemikiran serta kemampuan otak kita sebagai alat pemikir, sedangkan mengesampingkan hal-hal yang lain.
Hal seperti ini sangat membahayakan sebenarnya. Karena dapet mengkacau balaukan sistem beragama apalagi kalau sudah mencapai rancah pondasi agama yang menjadi objek liberal ini, yaitu al quran dan hadist. Kalau sudah begini, mungkin islam tidak akan berumur lama lagi. Karena akan banyak bermunculan oknum-oknum yang seenaknya mentafsir dan mentakwil ayat-ayat dalam alquran demi kepentingan kelompok bahkan kepentingan individu. Naaudzubillah min dzalik...
Kalau di dalam sastra arab itu ada yang namanya Asy-Syiir Al-Hurr atau puisi bebas. Puisi ini namanya puisi bebas, iya memang beda sih dengan puisi yang lain yang mungkin terikat ini dan itu. Tapi kalau kita telaah lagi, dalam puisi bebas bahasa arab, walaupun namanya pusisi bebas tetap terikat akan beberapa qoidah. Dalam puisi ini tetap mengandung suatu bahr tertentu, namun tidak terikat oleh bahr tersebut dalam bait-bait sesudahnya dan tidak terikat oleh qofiyah (kesesuaain akhir baris), dan enjambemennya (susunan baris) biasa bukan berbentuk qosidah (dua baris sejajar) tapi lebih tersuun ke bawah.
Kalau saya belajar dari puisi bebas tadi sih. Kita memang diberikan akal oleh Allah, kita bebas menggunakannya tapi ingat itu pemberian Allah. Mau bagaimanapun harus nurut sama aturan sang pemilik hakikinya. Jangan semena-mena kita menggunakannya, apalagi menggunakannya untuk berpikiran bebas dalam hal-hal agama lebih-lebih pondasi agama. Jangan sesekali berani melakukannya. Liberal yy liberal, berpikir yy bepikir, bebas mau berpikirkan bagaimana, tapi tetep harus ingat sama batasan!!! Jangan sampai tersesat dan keluar dari koridor batasan tadi.

Total Pageviews

Powered by Blogger.

search

Buku (Prediksi) SPMB UIN Jakarta 2021

  SPMB Mandiri atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri, adalah salah satu jalur yang mempunyai kuota paling besar untuk masuk UIN Jak...

About

Aghnin Khulqi adalah seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab semester 6 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Popular Posts